Image: pexels.com

Sesak,
ketika semua yang aku ingin ucapkan,
tertahan oleh senyum.

Karena hidup bukan untuk tahu siapa yang benar, siapa yang salah.
Kita hanyalah serpihan-serpihan dosa di masa lalu.

Tidak munafik, aku lah lelaki yang penuh dengan ego.
Terkadang, aku merasa tidak diberlakukan adil oleh kehidupan.
Aka ingin berteriak sekencang-kencangnya.
Agar dahan ranting pun tahu, kalau aku marah.



Apakah aku bisa berdamai dengan ego?

0 Comments:

Posting Komentar