POSESIF

     
Adegan film Posesif (Foto: dok. Palari films)
     Timeline media sosial gue minggu ini dipenuhi dengan perbincangan film Indonesia yang terbaru. Bukan, bukan Pengabdi Setan. Kali ini film drama percintaan dua insan remaja yang berbeda, nggak kayak drama ftv. POSESIF, dari judulnya aja udah ketawan tema dari film ini. Meskipun gue rasa udah telat, tapi yaudah gue nonton film yang udah masuk nominasi piala Citra ini.

     Film yang dibuat oleh rumah produksi Palari films ini menyuguhkan sesuatu yang berbeda tentang drama percintaan remaja di Indonesia. Setau gue, belum ada film yang temanya begini. Film dengan pemeran utama Adipati Dolken (Yudhis) dan Putri Marino (Lala), mengungkap sisi lain seorang cowok yang baik, pintar, ganteng tapi yang ternyata punya sifat egois yang cukup tinggi. Berbeda dengan lala, cewek lugu yang setiap harinya dihabiskan untuk latihan lompat indah demi mewujudkan impian sang Ayah.

     Dua insan ini bertemu dan tidak butuh waktu lama, mereka pun tidak bisa terpisahkan. Namun Lala sadar, ada sesuatu yang tidak beres dalam hubungan mereka. Sifat Yudhis yang selalu mengekang Lala, sesekali ia berbuat kasar terhadap Lala. Pertengkaran demi pertengkaran terjadi dalam hubungan mereka. Kedua sahabat Lala, Ega (Gritte Agatha) dan Rino (Chicco Kurniawan) perlahan mulai curiga terhadap apa yang dilakukan Yudhis kepada Lala. Meskipun sifat Yudhis yang seperti itu, tapi Lala nggak bisa ninggalin Yudhis gitu aja. Lala ngerasa udah ngasih semuanya buat Yudhis.

     Keahilan Edwin selaku sutradara, membuat film POSESIF ini benar-benar bisa mengaduk perasaan yang menontonnya. Gimana nggak? Alur cerita yang naik turun, gue pikir film ini bakal klimaks dan ternyata masih ada lagi konflik yang terjadi. Belum lagi, soundtrack yang benar-benar menyatu dengan adegan. No One Can Stop Us milik Dipha Barus dan Dan milik Sheilla on 7 yang menurut gue, soundtrack ini yang memperkuat ikatan emosional di antara mereka berdua. Tapi masih ada yang gue rasa kurang dari film ini, sound ketika adegan dialog yang gue rasa anggak ganggu. Dan ending yang kurang klimaks. Hehehehe

     Tapi semua itu ketutup sama akting Adipati Dolken yang memang udah nggak diragukan lagi, ia bisa memerankan karakter Yudhis dengan sempurna. Di satu sisi ia terlihat begitu romantis, tapi di sisi lain ia bisa ngeluarin sisi kelam seorang remaja. Ditambah dengan lawan main Putri Marino yang sekilas wajahnya mirip dengan Adipati, membuat kedua pasangan ini terlihat amat sangat serasi. Selain Adipati dan Putri Marino, film POSESIF juga turut dipernakan dua aktor/aktris peraih piala Citra yaitu Cut Mini (Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2016 untuk film Athirah) dan Yayu Unru (Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI 2014 untuk film Tabula Rasa).

     Overall, film POSESIF cocok banget ditonton buat kalian para remaja zaman now. Eh iya, rumornya karena film ini targetnya 13th+ jadi banyak adegan yg di-cut. Pantesan gue ngerasa kurang klimaks aja filmnya. Mudah-mudahan nanti keluar deleted scene-nya, ya!. Eh iya, film ini bukan film drama yang menye-menye, ada sedikit thriller di film ini yang membuat emosi si penonton menggebu-gebu (halah).

-

Sutradara: Edwin
Produser: Muhammad Zaidy, Meiske Taurisia
Production Company: Palari Films
Pemain: Putri Marino, Adipati Dolken, Gritte Agatha, Chicco Kurniawan, Cut Mini, Yayu Unru, Ismail Basbeth, Maulidina Putri, Herlyani Dias Sukmahati, Pranarta, Ledham Abditama, Radit Oza Zakaria, Tyas Nurmara, Tri Anggoro, Adil Ibra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INSTAGRAM FEED